Jumat, 06 Januari 2012

MODEL DAN METODE-METODE RISET TENTANG MEMORI


MEMORI : MODEL DAN METODE-METODE RISET
Sumber : Stenberg, R.J. Psikologi Kognitif edisi keempat. 2008. Pustaka Pelajar
 


Tugas-tugas untuk mengukur memori
-     Tugas memori eksplisit, yaitu mengingat kembali secara sadar informasi tertentu.
-     Tugas pengetahuan deklaratif, yaitu mengingat kembali fakta-fakta
-     Tugas memanggil kembali ingatan, yaitu menghasilkan fakta, kata, atau hal lain dari memori
-     Tugas pengingatan berseri, yaitu menyebutkan kembali dengan tepat sesuatu yang baru saja dibaca atau didengar.
-     Tugas rekognisi bebas, yaitu menyebutkan kembali hal-hal yang ada pada daftar sesuai urutan.
-    Tugas pengingatan berpetunjuk, yaitu mengingat kembali item-item berpasangan.
-    Tugas mengenali kembali (Rekognisi), yaitu memilih atau mengidentifikasi sesuatu yang telah dipelajari sebelumnya.
-    Tugas memori implisit, yaitu menggambarkan informasi dalam memori tanpa sadar.
-    Tugas pengetahuan prosedural, yaitu mengingat keahlian yang telah dipelajari dan perilaku otomatis, bukan fakta-fakta.

Model-model tradisional memori
Memori adalah cara-cara kita menarik pengetahuan tentang masa lalu untuk digunakan pada saat ini. Menurut Richard Atkinson dan Richard Shiffrin (1968), sebuah model alternatif yang mengonsep memori berdasarkan 3 bentuk simpanannya;
1.       Memori cerapan indra (tempat menyimpan cerapan indra), yaitu kemampuan memori menyimpan sejumlah informasi indra yang relatif terbatas untuk periode yang relatif singkat.
2.       Memori jangka pendek (tempat menyimpan informasi untuk waktu yang singkat), yaitu kemampuan memori menyimpan informasi pesepsi untuk jumlah waktu yang lebih mala namun dengan kapasitas yang relatif terbatas.
3.       Memori jangka panjang (tempat menyimpan informasi untuk waktu yang sangat lama), yaitu sebah kapasitas memoi yang sangat besar dalam kemampuannya untuk menyimpan berbagai informasi pengalaman untuk periode yang sangat panjang, bahkan untuk waktu yang tidak terbatas.

Model tingkat pemrosesan
Sebuah pemisahan radikal dari model tiga simpanan memori di atas adalah kerangka tingkat pemrosesan yang merumuskan bahwa memori tidak terdiri atas tiga atau berapapun jumlah simpanan yang tepisah-pisah, namun lebih beragam di sepanjang dimensi yang berkelanjutan berdasarkan kedalaman pengkodeannya atau sering disebut LOP, Levels Of Processing (craik & Lockhart, 1972). Namun model ini menuai berbagai kritikan karena sejumlah temuan yang berlawanan hingga akhirnya model Lop ini direvisi. Urutan tingkat pengkodean mungkin tidak sepenting kecocokan antara jenis elaborasi dari pengkodean dan jenis tugas yang dibutuhkan untuk memproduksinya (Morris, Brasford & Franks, 1997).
Lebih jauh lagi tampaknya ada dua jenis strategi untuk mengelaborasikan pengkodean. Yang pertama adalah elaborasi di dalam item yang mengelaborasikan pengodean item yang khusus berdasarkan karakteristiknya, termasuk berbagai tingkat pemrosesannya. Yang kedua adalah elaborasi di antara item-item yang mengelaborasikan pengkodean dengan menghubungkan setiap ciri item dengan ciri item yang sudah terdapat dalam memori.


Model integratif : memori yang sedang bekerja
Model memori yang sedang bekerja menekankan fungsi-fungsi dari memori yang bekerja untk mengatur proses-proses memori yang mencakup pengkodean dan interasi informasi. Aspek-aspek memori yang sedang bekerja direpresentasikan di dalam otak dengan cara yang berbeda-beda. Wilayah yang berbeda dari kulit otak terlibat dalam aspek-aspek yang berbeda dari memori yang sedang bekerja. Memori yang sedang bekerja dapat diukur melalui sejumlah tugas yang berbeda, tugas yang paling umum digunakan antara lain;
a.       Tugas menunda penyimpanan
b.      Tugas membongkar muat urutan memori yang sedang bekerja secara temporer.
c.       Tugas mengurutkan secara temporer.
d.      Tugas mengingat mundur sebanyak n langkah.
e.      Tugas bongkar muat secara urut memori yang sedang bekerja secara temporer.

Sistem multimemori
Tulving (1972) mengusulkan pemilahan antara dua jenis memori.  Memori semantik, menyimpan pengetahuan dunia secara umum, hal ini adalah ingatan kita terhadap fakta-fakta yang tidak unik bagi kita dan tidak dipanggil dalam konteks temporal khusus apapun. Memori episodik, menyimpan kejadian-kejadian yang dialami secara pribadi. Akan tetapi menurut pandangan yang lain, keseluruhan sistem memori ada lima; memori semantik, episodik, perseptual (mengenali objek berdasarkan bentuk dan strukturnya), memori prosedural dan memori yang sedang bekerja.

Perspektif koneksionis
Model jaringan menyediakan basis struktural bagi model koneksionis, yang juga dikenal sebagai model pemrosesan yan didistribusikan secara paralel (PDP, Parallel Distribution Processing). Menurut PDP kunci bagi representasi pengetahuan terletak didalam hubungan-hubungan antara berbagai nodi (nodes), bukan disetiap nodus (node) persatuan (friedman &Shastri, 2003). Namun, tidak semua peneliti menerima model koneksionis. Beberapa yakin kalau pikiran manusia jauh lebih sistematis ketimbang yang diusulkan model koneksionis (Fodor & Pylyshyn, 1998; Matthews, 2003). Mereka yakin kalau perilaku kompleks menunjukkan sebuah tingkat keteraturan dan manfaat yang tidak bisa dipadukan oleh model koneksionis.

Memori eksepsional dan neuropsikologi
Mnemonis (memori yang menakjubkan), yaitu seseorang yang menunjukkan bentuk kemampuan mengingat menakjubkan, biasanya didasari oleh penggunaan teknik-teknik khusus peningkatan memori. Di antara banyak temuan, studi mengenai para mnemonis telah menunjukkan nilai yang sangat tinggi mengenai pencitraan gambar di dalam memori terhadap informasi yang konkret.
Hipermnesia, yaitu proses pemroduksian ulang memori-memori yang sudah dilupakan hipermnesia ini terkadang disebut sebagai ‘tidak melupakan’ (unforgetting), meskipun terminologi ini tidak benar sepenuhnya karena memori yang dilatih tidak pernah tersedia (artinya dilupakan), melainkan sulit diakses (sulit dilatih).
Amnesia, adalah hilangnya sebagian besar memori eksplisit. Salah satu jenisnya adalah amnesia retrogadis, individu-individunya kehilangan memori yang berguna bagi peristiwa yang terjadi sebelum trauma yang menyebabkan hilangnya memori. Jenis lainnya adalah amnesia anterogadis yaitu ketidak mampuan mengingat kejadian-kejadian yang muncul setelah peristiwa traumatik (operasi), yang dapat diingat hanya kejadian sebelum operasi, meski dengan tidak sempurna. Bentuk amnesia yang terakhir adalah amnesia infantil yaitu ketidakmampuan menginat kembali peristiwa-peristiwa yang terjadi saat kita masih kecil dulu, bentuk amnesia ini secara kualitatif berbeda dari bentuk-bentuk lain dan bisa muncul pada diri setiap orang.

Alzheimer
, adalah hilangnya fungsi intelektual yang cukup berat untuk mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang. Tanda-tanda awal penyakit ini biasanya berpa kerusakan pada memori episodik. Pasien mengalami gangguan untuk mengingat item-item yang sudah dipelajari dalam konteks ruang maupun waktu. Selanjutnya memori semantik juga ikut terganggu. Sebagian besar memori non deklaratif masih bisa bertahan di dalam penyakit itu. Akhir dari semua itu adalah kematian, kecuali individu meninggal terlebih dahulu dikarenakan sebab lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar