MEMORI
: MODEL DAN METODE-METODE RISET
Sumber
: Stenberg, R.J. Psikologi Kognitif edisi keempat. 2008. Pustaka Pelajar
Tugas-tugas
untuk mengukur memori
- Tugas memori eksplisit, yaitu mengingat kembali
secara sadar informasi tertentu.
- Tugas pengetahuan deklaratif, yaitu mengingat
kembali fakta-fakta
- Tugas memanggil kembali ingatan, yaitu
menghasilkan fakta, kata, atau hal lain dari memori
- Tugas pengingatan berseri, yaitu menyebutkan
kembali dengan tepat sesuatu yang baru saja dibaca atau didengar.
- Tugas rekognisi bebas, yaitu menyebutkan kembali
hal-hal yang ada pada daftar sesuai urutan.
- Tugas pengingatan berpetunjuk, yaitu mengingat
kembali item-item berpasangan.
- Tugas mengenali kembali (Rekognisi), yaitu
memilih atau mengidentifikasi sesuatu yang telah dipelajari sebelumnya.
- Tugas memori implisit, yaitu menggambarkan
informasi dalam memori tanpa sadar.
- Tugas pengetahuan prosedural, yaitu mengingat
keahlian yang telah dipelajari dan perilaku otomatis, bukan fakta-fakta.
Model-model
tradisional memori
Memori adalah
cara-cara kita menarik pengetahuan tentang masa lalu untuk digunakan pada saat
ini. Menurut Richard Atkinson dan Richard Shiffrin (1968), sebuah model
alternatif yang mengonsep memori berdasarkan 3 bentuk simpanannya;
1.
Memori
cerapan indra (tempat menyimpan cerapan indra), yaitu kemampuan memori
menyimpan sejumlah informasi indra yang relatif terbatas untuk periode yang
relatif singkat.
2.
Memori
jangka pendek (tempat menyimpan informasi untuk waktu yang singkat), yaitu
kemampuan memori menyimpan informasi pesepsi untuk jumlah waktu yang lebih mala
namun dengan kapasitas yang relatif terbatas.
3.
Memori
jangka panjang (tempat menyimpan informasi untuk waktu yang sangat lama),
yaitu sebah kapasitas memoi yang sangat besar dalam kemampuannya untuk
menyimpan berbagai informasi pengalaman untuk periode yang sangat panjang,
bahkan untuk waktu yang tidak terbatas.
Model
tingkat pemrosesan
Sebuah pemisahan
radikal dari model tiga simpanan memori di atas adalah kerangka tingkat
pemrosesan yang merumuskan bahwa memori tidak terdiri atas tiga atau berapapun
jumlah simpanan yang tepisah-pisah, namun lebih beragam di sepanjang dimensi
yang berkelanjutan berdasarkan kedalaman pengkodeannya atau sering disebut LOP,
Levels Of Processing (craik &
Lockhart, 1972). Namun model ini menuai berbagai kritikan karena sejumlah
temuan yang berlawanan hingga akhirnya model Lop ini direvisi. Urutan tingkat
pengkodean mungkin tidak sepenting kecocokan antara jenis elaborasi dari
pengkodean dan jenis tugas yang dibutuhkan untuk memproduksinya (Morris,
Brasford & Franks, 1997).
Lebih jauh lagi tampaknya ada dua jenis
strategi untuk mengelaborasikan pengkodean. Yang pertama adalah elaborasi di
dalam item yang mengelaborasikan pengodean item yang khusus berdasarkan
karakteristiknya, termasuk berbagai tingkat pemrosesannya. Yang kedua adalah
elaborasi di antara item-item yang mengelaborasikan pengkodean dengan
menghubungkan setiap ciri item dengan ciri item yang sudah terdapat dalam
memori.
Model
integratif : memori yang sedang bekerja
Model
memori yang sedang bekerja menekankan fungsi-fungsi dari memori yang bekerja
untk mengatur proses-proses memori yang mencakup pengkodean dan interasi
informasi. Aspek-aspek memori yang sedang bekerja direpresentasikan di dalam
otak dengan cara yang berbeda-beda. Wilayah yang berbeda dari kulit otak
terlibat dalam aspek-aspek yang berbeda dari memori yang sedang bekerja. Memori
yang sedang bekerja dapat diukur melalui sejumlah tugas yang berbeda, tugas
yang paling umum digunakan antara lain;
a.
Tugas menunda penyimpanan
b.
Tugas membongkar muat urutan memori yang sedang
bekerja secara temporer.
c.
Tugas mengurutkan secara temporer.
d.
Tugas mengingat mundur sebanyak n langkah.
e.
Tugas bongkar muat secara urut memori yang
sedang bekerja secara temporer.
Sistem
multimemori
Tulving
(1972) mengusulkan pemilahan antara dua jenis memori. Memori semantik, menyimpan pengetahuan dunia
secara umum, hal ini adalah ingatan kita terhadap fakta-fakta yang tidak unik
bagi kita dan tidak dipanggil dalam konteks temporal khusus apapun. Memori
episodik, menyimpan kejadian-kejadian yang dialami secara pribadi. Akan tetapi
menurut pandangan yang lain, keseluruhan sistem memori ada lima; memori
semantik, episodik, perseptual (mengenali objek berdasarkan bentuk dan
strukturnya), memori prosedural dan memori yang sedang bekerja.
Perspektif
koneksionis
Model
jaringan menyediakan basis struktural bagi model koneksionis, yang juga dikenal
sebagai model pemrosesan yan didistribusikan secara paralel (PDP, Parallel
Distribution Processing). Menurut PDP kunci bagi representasi pengetahuan
terletak didalam hubungan-hubungan antara berbagai nodi (nodes), bukan disetiap
nodus (node) persatuan (friedman &Shastri, 2003). Namun, tidak semua
peneliti menerima model koneksionis. Beberapa yakin kalau pikiran manusia jauh
lebih sistematis ketimbang yang diusulkan model koneksionis (Fodor &
Pylyshyn, 1998; Matthews, 2003). Mereka yakin kalau perilaku kompleks
menunjukkan sebuah tingkat keteraturan dan manfaat yang tidak bisa dipadukan
oleh model koneksionis.
Memori
eksepsional dan neuropsikologi
Mnemonis (memori yang menakjubkan),
yaitu seseorang yang menunjukkan bentuk kemampuan mengingat menakjubkan,
biasanya didasari oleh penggunaan teknik-teknik khusus peningkatan memori. Di
antara banyak temuan, studi mengenai para mnemonis telah menunjukkan nilai yang
sangat tinggi mengenai pencitraan gambar di dalam memori terhadap informasi
yang konkret.
Hipermnesia, yaitu proses pemroduksian
ulang memori-memori yang sudah dilupakan hipermnesia ini terkadang disebut
sebagai ‘tidak melupakan’ (unforgetting), meskipun terminologi ini tidak benar
sepenuhnya karena memori yang dilatih tidak pernah tersedia (artinya
dilupakan), melainkan sulit diakses (sulit dilatih).
Amnesia, adalah hilangnya sebagian
besar memori eksplisit. Salah satu jenisnya adalah amnesia retrogadis,
individu-individunya kehilangan memori yang berguna bagi peristiwa yang terjadi
sebelum trauma yang menyebabkan hilangnya memori. Jenis lainnya adalah amnesia
anterogadis yaitu ketidak mampuan mengingat kejadian-kejadian yang muncul
setelah peristiwa traumatik (operasi), yang dapat diingat hanya kejadian
sebelum operasi, meski dengan tidak sempurna. Bentuk amnesia yang terakhir adalah
amnesia infantil yaitu ketidakmampuan menginat kembali peristiwa-peristiwa yang
terjadi saat kita masih kecil dulu, bentuk amnesia ini secara kualitatif
berbeda dari bentuk-bentuk lain dan bisa muncul pada diri setiap orang.
Alzheimer, adalah hilangnya fungsi intelektual yang cukup berat untuk mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang. Tanda-tanda awal penyakit ini biasanya berpa kerusakan pada memori episodik. Pasien mengalami gangguan untuk mengingat item-item yang sudah dipelajari dalam konteks ruang maupun waktu. Selanjutnya memori semantik juga ikut terganggu. Sebagian besar memori non deklaratif masih bisa bertahan di dalam penyakit itu. Akhir dari semua itu adalah kematian, kecuali individu meninggal terlebih dahulu dikarenakan sebab lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar